
Keilmuan
Pembajakan Narasi di Atas Piring
01 September 2026
Tanggal Terbit
08 Oktober 2026
Penulis
Karissa Maheswari

Bagi mahasiswa Teknik Pangan, kerja praktik menjadi pengalaman awal untuk mengenal secara langsung penerapan ilmu yang selama ini dipelajari di perkuliahan dalam lingkungan industri. Artikel ini menyajikan pengalaman tiga mahasiswa yang melaksanakan kerja praktik di bidang yang berbeda, yaitu produksi cokelat artisan di Terve, bagian packaging di PT Multi Bintang, serta Quality Assurance (QA) di Barry Callebaut. Melalui ketiga pengalaman tersebut, dapat dilihat berbagai persamaan dan perbedaan terkait tugas yang dijalankan, penerapan ilmu yang diperoleh selama kuliah, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta berbagai pelajaran dan saran yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang akan menjalani kerja praktik di masa mendatang.

Keseruan selama KP
Amar terlibat langsung membuat berbagai olahan cokelat dan confectionery, mulai dari cokelat artisan seperti dark chocolate single origin (biji kakao dari beberapa daerah di Indonesia) sampai produk yang sedang tren seperti Dubai chocolate. Ia juga ikut mencicipi produk yang sedang dibuat sebagai bentuk quality assurance sederhana, bahkan produk tahap R&D seperti ube sauce. Menurutnya, materi kuliah ternyata benar-benar nyata di proses bean-to-bar, dan mesin-mesin di Terve bisa dilihat bagian dalamnya sehingga mudah membayangkan apa yang terjadi di tiap tahap.
Jobdesk


Tugas utama divisi produksi adalah mengolah produk intermediate menjadi produk akhir, sehingga tempering dan molding (mencetak) cokelat paling sering dikerjakan. Ia juga dibolehkan mengoperasikan mesin roasting, winnowing, grinding, ball milling, conching, dan sieving, serta melakukan pengemasan. Sebagai mahasiswa KP, ia juga diberi ruang untuk mempelajari dan mencermati tahapan proses dan mesin tertentu.
Ilmu kuliah yang terpakai
Yang paling terasa adalah mata kuliah pengolahan cokelat dan confectionery, karena hampir tiap prosesnya mirip dengan yang dipelajari di kelas, mulai dari kondisi operasi sampai unit-unitnya. SOTP juga disinggung, meski tanpa perhitungan.
Kesulitan dan kesan awal
Amar sedikit kaget karena suasana kerja ternyata santai: bebas mengobrol dan staf sering mengajak bercanda, asalkan pekerjaan beres dan target produksi harian tercapai. Kesulitan terbesarnya justru dari jobdesk: tempering dan molding itu rumit, sementara mahasiswa Teknik Pangan tidak mempelajari keterampilan dasar tata boga. Pekerjaan juga dilakukan sambil berdiri hampir terus-menerus sehingga cukup melelahkan.
Pandangan tentang bidang Teknik Pangan
Pandangannya tidak banyak berubah karena Terve bukan industri skala besar dan lini produksinya sederhana. Operasional di chocolatier artisan banyak bergantung pada kepekaan indra dan keterampilan tangan perorangan yang sulit distandarisasi, sedangkan prinsip dasar Teknik Pangan adalah merancang proses yang bebas dari variabilitas manusia lewat kontrol proses otomatis.

Persiapan sebelum KP
Menurut Salvah, langkah pertama adalah mencari tahu bidang industri yang diminati. Ia sejak awal tertarik pada industri minuman (beverages), sehingga fokus mencari perusahaan di bidang itu. Setelahnya, siapkan CV dan dokumen tambahan jika diminta, seperti transkrip nilai atau dokumen dari kampus. Pertimbangkan juga lokasi perusahaan (jarak, kenyamanan tempat tinggal, akses transportasi), diskusikan dengan orang tua, dan siapkan anggaran, karena uang saku magang belum tentu menutup semua kebutuhan walaupun berbayar.
Job-desk


Jobdesknya beragam: cukup sering melakukan filling content untuk berbagai produk, validasi CCP, dan pekerjaan yang berkaitan dengan proses produksi dan kualitas. Ia juga dilibatkan dalam proyek produk baru sehingga tidak terpaku pada satu jenis pekerjaan.
Ilmu kuliah yang terpakai
Yang paling relevan adalah Pengendalian Mutu dan Proses Pangan, karena banyak berkaitan dengan kualitas dan proses produksi. Satuan Operasi Teknik Pangan dan Gambar Teknik juga sempat terpakai. Selain itu, kemampuan Excel dan PowerPoint ternyata sangat berguna untuk mengolah data, membuat laporan, dan presentasi.
Kesulitan di awal
Lingkungan kerja selama Salvah kerja praktik sangat suportif, dari teknisi, mentor, sampai manajer. Kesulitan lebih banyak datang dari diri sendiri: ia kadang menunda mengambil data di komputer, sehingga saat dibutuhkan harus mencari lagi dan seperti bekerja dua kali. Dari situ ia belajar lebih terorganisasi dan langsung mendokumentasikan data saat pekerjaan dilakukan. Karena beberapa pekerjaan cukup fisik, ia juga belajar tidak memaksakan diri dan tidak sungkan meminta bantuan.
Pandangan tentang bidang Teknik Pangan
Pengalaman KP mengubah pandangannya. Karena berada di bagian quality, ia melihat bahwa bidang yang bisa dijelajahi lulusan Teknik Pangan sangat luas. Di tempat KP-nya juga banyak orang dari berbagai latar belakang, tidak hanya Teknik Pangan, sehingga menurutnya kita tidak perlu terpaku pada satu bidang dan justru bisa mencoba banyak hal untuk tahu mana yang paling cocok.

Peran dalam satu kata
Azka menggambarkan perannya sebagai anak magang QA dengan satu kata: evaluasi.
Mitos tentang pangan coklat
Anggapan yang menurutnya keliru adalah bahwa magang di pabrik cokelat enak karena bisa mendapat cokelat setiap hari. Kenyataannya tidak begitu. Orang juga sering mengira rasa cokelat itu manis, padahal cokelat aslinya sangat pahit. Rasa manis di pasaran berasal dari tambahan gula.
Tugas utama

Tugas utamanya berfokus pada tugas khusus: mengevaluasi masalah yang ada di pabrik dan membantu memberi rekomendasi atau solusi. Ia juga membantu memasukkan revisi dokumen HACCP dari berkas yang sudah ada.
Ilmu kuliah yang terpakai
Menurut Azka. Mata kuliah cokelat sangat terasa sama dengan yang ada di pabrik, dan Sutil, SOTP, NME, serta PMP banyak terpakai. PMP lebih berkaitan dengan keamanan pangan, dan topik seperti HACCP dan HAZOP ternyata sangat terpakai.
Tantangan terbesar
Tantangan yang paling terasa muncul saat mengerjakan tugas khusus: mengidentifikasi titik kritis paada sistem utilitas yang memengaruhi mutu produk kakao. Ia sempat pusing dan bingung. Karena berada di divisi QA yang berhubungan dengan divisi utilitas, ia juga harus menyesuaikan waktu untuk berdiskusi dengan pihak utilitas. Solusinya: bertanya pada mentor magang, berdiskusi dengan teman KP, dan menyesuaikan jadwal.
Pelajaran yang bisa diambil
Bertemu orang-orang baru, belajar beradaptasi dengan beragam sifat, melatih berpikir kritis, serta memahami dunia kerja yang kadang menghadirkan tugas dadakan yang harus siap dihadapi.
1. Kenali bidang industri yang kamu minati, lalu siapkan CV dan dokumen pendukung. Pertimbangkan lokasi dan anggaran.
2. Pilih tempat KP yang bisa kamu temukan keseruannya.
3. Jangan takut bertanya dan mencoba hal baru, tetapi ambil inisiatif saat sudah paham.
4. Biasakan mendokumentasikan data saat itu juga.
5. Jaga attitude, komunikasi, dan disiplin waktu.
6. Siapkan fisik dan jangan sungkan meminta bantuan.
7. Kosongkan gelas: datang untuk belajar.