Prestasi

More Than a Medal: Cerita di Balik Perunggu ONMIPA 2026

Tanggal Terbit

30 Juli 2026

Penulis

Callia Edeva Putri Tino

More Than a Medal: Cerita di Balik Perunggu ONMIPA 2026

Sebuah medali memang menjadi simbol dari sebuah pencapaian. Namun, di baliknya selalu ada cerita yang tidak banyak diketahui orang. Ada proses belajar yang panjang, tantangan yang harus dihadapi, hingga keputusan untuk bangkit dan mencoba lagi setelah belum berhasil.

Cerita itulah yang dialami Richie Blessing Trisnajaya, peraih Medali Perunggu ONMIPA-PT Bidang Kimia 2026 dari Teknik Pangan ITB. Di balik medali yang berhasil dibawa pulang, ada perjalanan yang dimulai sejak setahun sebelumnya, ketika hasil yang diharapkan belum berhasil diraih.

IMG_9718.jpeg

ONMIPA bukanlah pengalaman baru baginya. Sebelumnya, Richie sudah beberapa kali mengikuti kompetisi kimia, termasuk ONMIPA-PT 2025. Saat itu, ia belum berhasil membawa pulang medali. Alih-alih berhenti, pengalaman tersebut justru membuatnya ingin kembali mencoba.

“Tahun lalu sempat ikut, tapi belum dapat medali. Jadinya masih terbakar api semangat, ‘aduh, coba lagi deh.’”

Semangat itulah yang membawanya kembali mengikuti ONMIPA tahun ini.

Meski begitu, perjalanan menuju kompetisi tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Jadwal ONMIPA yang dimajukan membuat waktu persiapan terasa jauh lebih singkat dibanding tahun sebelumnya. Di tengah persiapan yang serba mepet, ada satu tantangan yang paling membekas, yaitu kimia organik.

“Tantangan terbesar itu kimia organik. Bahkan ketika ngerjain bagian kimia organik, nggak sampai setengahnya yang terjawab. Selain itu, waktu persiapannya juga super duper mepet karena tahun ini ONMIPA maju banget dibanding tahun lalu.”

Karena merasa persiapannya belum maksimal, Richie mengaku tidak terlalu memasang ekspektasi terhadap hasil kompetisi. Bahkan setelah perlombaan selesai, ia justru merasa persiapannya pada tahun sebelumnya lebih matang dibanding tahun ini.

Meski demikian, ONMIPA tidak hanya meninggalkan cerita tentang soal-soal yang sulit. Selama berada di Surabaya, Richie kembali bertemu teman-teman lamanya sejak masa Olimpiade Sains Nasional (OSN). Reuni kecil itu menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama mengikuti kompetisi.

Di sela-sela rangkaian lomba, mereka juga menyempatkan diri menikmati waktu bersama. Mulai dari mencari kopi di sekitar hotel pada malam sebelum hari pertama perlombaan hingga berjalan-jalan di Tunjungan Plaza sehari sebelum pengumuman. Momen-momen sederhana itu justru menjadi kenangan yang melengkapi perjalanan ONMIPA tahun ini.

Saat pengumuman pemenang tiba, Richie sama sekali tidak menyangka namanya akan masuk dalam daftar peraih medali.

“Medali tahun ini benar-benar unexpected. Bahkan aku ngerasa persiapan tahun lalu itu lebih baik dari tahun ini. Tapi ya, Puji Tuhan akhirnya bisa dapat medali.” 

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa hasil tidak selalu datang pada saat yang kita harapkan. Terkadang, usaha yang sudah dilakukan sejak lama baru menunjukkan hasil ketika kita memilih untuk tetap melangkah dan tidak menyerah.

Bagi Richie, medali perunggu ini tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, yang paling berharga bukan hanya hasil akhirnya, melainkan seluruh proses yang mengantarkannya ke titik tersebut. Mulai dari keberanian untuk mencoba lagi, menghadapi berbagai tantangan selama persiapan, hingga menikmati setiap pengalaman yang hadir di sepanjang perjalanan.

Pada akhirnya, setiap medali memang memiliki ceritanya masing-masing. Dan bagi Richie, cerita di balik Perunggu ONMIPA 2026 menjadi bukti bahwa terkadang, langkah terbaik yang bisa kita ambil hanyalah memberi diri sendiri satu kesempatan lagi.