
Studi Kasus
Manajemen Limbah Organik di Pasar Induk Caringin
05 Februari 2024
Tanggal Terbit
17 Maret 2026
Penulis
Divisi Pengabdian Masyarakat
.webp)
Ketahanan pangan di tingkat desa merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas nutrisi masyarakat secara nasional. Berdasarkan pengamatan Divisi Pengabdian Masyarakat HMPG ITB di tahun 2024, terjadi pergeseran signifikan dalam pola konsumsi dan produksi pangan di wilayah Desa Binaan. Modernisasi teknologi pangan belum sepenuhnya terintegrasi dengan kearifan lokal, menciptakan celah efisiensi yang perlu segera dianalisis secara akademis.
"Inovasi pangan bukan hanya soal teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu beradaptasi dengan realitas sosiokultural di tingkat akar rumput."
— Dr. Ir. Ahmad Sudirjo, Pembina HMPG
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui survei rumah tangga (n=150) dan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat desa. Kami membagi variabel analisis menjadi tiga pilar utama:
Ketahanan akses pangan rumah tangga dari sisi distribusi dan harga.
Keberagaman konsumsi dan peluang diversifikasi bahan pangan lokal.
Kesiapan adopsi teknologi pengolahan pascapanen pada level komunitas.

Gambar 1.2: Observasi lapangan terhadap komoditas pangan lokal di Desa Binaan Ciparay.
Temuan awal menunjukkan bahwa 65% masyarakat desa masih sangat bergantung pada satu jenis komoditas karbohidrat utama. Diversifikasi pangan terhambat oleh minimnya edukasi pengolahan bahan alternatif seperti umbi-umbian dan sorgum yang sebenarnya melimpah secara geografis di wilayah tersebut.
Bold italic bold aja heading?
Bold italic bold aja heading?
- Arqila Anjay
Unordered
List
Ok
Ordered
List